Asslamu Alaikum Wr.Wb. SELMAT DATANG DI BLOG yang sederhana ini, semoga bermanfaat..

Sabtu, 10 Desember 2011

Definisi Taufiq dan Hidayah

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, ulama'besar abad ke VIII H, bahwa taufiq itu ialah iradat Allah yang datang dari-Nya sendiri terhadap hambanya untuk melakukan yang baik, diberinya kesanggupan untuk melakukan perbuatan yang diridhoi-Nya, didorong oleh kecintaan kepada-Nya.

Allah menjadikan perbuatan hamba-Nya sesuai dengan yang Dia ridhoi dan sukai, itulah taufiq. Demikian hakekat perkataan ini menurut Al Jurjani, ahli bahasa Arab Zaman dahulu. Malah Raghib Asfahany menekankan pula bahwa dalam masalah taufiq ini tekannanya ialah kepada yang baik. Dengan arti dorongan bathin seseorang melakukan perbuatan yang baik. Jadi taufiq hanya ditujukan kepada perbuatan insan yang baik, bukan kepada yang buruk.

Adapun hidayah ialah petunjuk dan bimbingan Allah untuk sampai kepada yang dicita-citakan manusia. Kini adalah ta'rif yang menyeluruh dari para ahli-ahli zaman dahulu dan dapat dipakai orang zaman sekarang.

Imam Ghozali dalam abad ke V H datang dengan memberikan kupasan yang menyeluruh, maka dari kata taufiq lahirlah kata-kata lain yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang.

Imam Ghozali mengemukakan kata taufiq, hidayah, inayah, tasdid dan ta'yid, tapi didalam masyarakat yang populer hanya tiga saja, yaitu taufiq, hidayah, dan inayah, sedang ta'yid dan tasdid jarang terdengar.

Namun demikian imam Ghozali memberikan pengertian kepada umum bahwa kata taufiq dengan rangkaian yang demikian akan ada ta'yid, yaitu bantuan Allah dalam kehidupan seseorang hamba-Nya yang diridhoi-Nya. Dalam arti bahwa bila seseorang memohon taufiq dan hidayah Allah dalam sesuatu hal, maka dengan sendirinya dia sudah mengharapkan bantuan-Nya seperti yang dicontohkan Nabi saw :

"Ya Tuhanku, aku memohon diberi taufiq melakukan amal yang Engkau sendiri, tawakkal yang benar pada Engkau dan baik sangka terhadap Engkau." (HR. Abu Nu'man)

Atau setidak-tidaknya bila sesuai yang dilakukannya tidak memerlukan bantuan Allah seperti dalam makan, minum, dan lain-lain, namun diharapkan pula taufiq, dalam arti makan minumnya itu berada dalam ketentuan yang diridhoi Allah hendaknya jangan mubadzir dan memenuhi nafsu serakah.


1 komentar:

abdul aziz mengatakan...

ass.. mau tanya..
ciri2 orang yg di berikan taufik itu bagaimana?